Banggalah pada dirimu sendiri, Meski ada yang tak Menyukai. Kadang mereka membenci karena Mereka tak mampu menjadi seperti dirimu.

Selasa, 18 Oktober 2011

Strategi Belajar Mengajar Matematika

STRATEGI BELAJAR MENGAJAR MATEMATIKA
MODUL 1
Pemanfaatan konsep-konsep psikologi, sosiologi, dan komunikaasi dalam pembelajaran
Konsep-konsep Psikologi dalam rangka pembelajaran.
Pembahasan teori ikperkembangan anak dan implikasinya terhadap pembelajaran sebagai berikut
1. Teori perkembangan kognitif, evektif, dan perilaku memiliki perilaku konseptual dan operasional terhadap pembelajaran. Implikasi ini dilandasi oleh asumsi-asumsi tentang bagaiman dimensi kognitif, efektif dan perilaku berkembang.
2. Konsep-konsep dalam teori perkembangan kognitif merupakan dasar dan kerangka pembelajaranproses berfikir. Proses mental dalam bentuk proses asumsi, akomodasi, ekuilibrasi dan opersi menjadi sasaran utama dalam merancang dan melaksanakan proses pembelajaran.
3. Konsep-konsep dalam teori perkembangan evektif yang mengaitkan unsure fisik, sosial dan personal dengan tujuan merupakan pusat perhatian dari proses pembelajaran efektif.
4. Teori efektif atribusi yang mengaitkan perilaku dengan sistem kepercayaan dan analisis hasil dapat diterapkan dalam pembelajaran efektif.
5. Teori perkembangan perilaku dari sears dan teori belajar sosial dari Bandura member kerangka konseptual dalam pembelajaran perilaku melalui pemanfaatan sistem motifasi sekunder dan modifikasi perilaku dan lingkuangan.
6. Pembelajaran diharapkan dapat penciptaan suasana yang kondusif bagi pemantapan tahap perkembangan.

Konsep-konsep sosiologi dalam rangka Pembelajaran
1. Dari sudut pandang sosiologi, pembelajaran merupakan bagian dari proses sosialisasi dengan missi menyiapkan pembelajar untuk hidup dalam masyarakat.
2. Sekolah merupakan suatu sistem sosial yang tidak terbebas dari pengaruh sistem sosial lainnya. Karena itu proses pembelajaran di sekolah seyogiahnya menearapkan interaksi sosal dalam masyarakat dalam rangkah konteks tujuan formal pembelajaran.
3. Secara teoretik telah tersedia berbagai modol pembelajaran sosial yang mendasar dari pada pengembangan “synergy” (semangat dan kekuatan bersama). Dengan model itu pelajar menerapkan kiprah kerja samah dalam masyarakat secara simulatif.
4. Jenis dan ciri-ciri kelompok perku diperhatikan dalam pembelajaran sosoal agar pelajar dan pembalajar sama-sama dapt menghayati perilaku organization dalam lingkup persekolahan.
Konsep-Konsep komunikasih dalam Rangka Pembelajaran.
1. Proses pembekajaran pada dasarnya merupakan proses komunikasi antara pembelajar dan pebelajar, antarpebelajar dan antar pebelajar dengan sumber belajar yang lain.
2. Pola komunikasih pembajaran dapat bervariasi mulai dari pola dasar komunikasih dialog sampai pada komunikasi banyak arah. Pola komunikasi yang kedua merupakan pola yang paling tepat untuk mengembang kemandirian belajar.
3. Proses komunikasih pembelajaran terkait erat pada perubahan sikap pebelajar. Karen itu pembelajar seharusnya memahami anatomi sikap dan prinsip komunikasih dan perubahan sikap.

MODUL 2
PENANFAATAN MODEL-MODEL TEORETIK PEMBELAJARAN (ELEMEN GENERIK DALAM PMB)
Model Pembelajaran pada Umumnya.
1. Model pengolahan informasi : proses kognitif, pemahaman dunia, pemecahan masalah, dan berfikir induktif
2. Model personal : kesadaran individu, uniqueness, kemandirian, pembinaan keprobadian.
3. Model sosial : semangat kelompok, kebersamaan, interaksi sosial, individu sebagai actor sosial.
4. Model sistem perilaku : social learning, koreksi diri, terapi perilaku, respon terhadap tugas.

Model Pembelajaran Pilihan untuk Diterapkan di Sekolah Menengah
1. Setiap model pembelajar memiliki karakteristik umum yang meliputi : sintaks, sistem sosia, perinsip reaksi, sistem pendukung, dan dampak intruksional dan pengiring.
2. Model pencapaian konsep memiliki langkah pokok penyajian data dan identifikasi konsep pengetesan pencapaian konsep , dan analisis stategi berfikir.
3. Model pelatihan penelitian memiliki langkah-langkah pokok : menyajikan masalah, mencari dan menyajikan data, mencari data dan ekspermentasi, mengorganisasokan, marumuskan dan menjelaskan, dan menganalisis proses penelitian.
4. Medel latihan mempunyai langkah-langkah pokok: deskripsi kondisi, anakogi langsung, analogi personal, konflik yang didapatkan, analogi langsung, dan penyajian langsung, dan pengujian kembali tugas semula.
5. Model pertemuan kelas mempunyai langkah-langkah pokok: membangun iklim perlibatan; menyajikan masalah; membuat keputusan nilai personal; mengidentifikasikan pilihan tim dalam membuat komentar; dan tingkat lanjut perilaku.
6. Model investigasi kelompok memiliki langkah-langkah pokok: mengadapkan situasi problematic; eksplorasi; pertumbuhan tugas belajar; kegiatan individual dan kelompok; analisis kemajuan dan proses; dan pengulangan kegiatan.
7. Model Jurisprudensial memiliki langkah-langkah pokok: orientasi kasus; identivikasi isu atau kasus; penetapan posisi; eksplorasi contoh; dan mengetes asumsi factual di balik posisi itu.
8. Model Latihan Laboratories memiliki langkah pokok: mengaitkan dengan kekuasaan sebagai isu utama, dan peduli dan bekerja sama dengan orang lain sebagai isu utama berikutnya.
9. Model Pelatihan Sosial memiliki langkah-langkah: orientasi dan perumusan masalah; perumusan hipotesis, definisi istilah; eksporasi untuk menguji hipotesis; pengumpulan data dalalm rangkahpenguji hipotesis; perumusan generalisasi.
10. Model control diri memiliki langkah-langkah pokok: perumusan performansi akhir; pengkajian perilaku; perumusan kontingensi; pelembagaan program; dan program.
11. Model Simulasi memiliki langkah pokok: orientasi, latihan bagi peserta, proses simulasi;pemantapan dan debriefing.
12. Evektivitas penbelajaran dipengarihi oleh: ekspertasi guru, pengelolaan kelas, waktu, kemampuan mengambil keputusan intruksional, dan variasi metode.


MODUL 3
IMPLIKASI PRAKTIS TEORI DAN TEMUAN PENELITIAN ILMU-ILMU PERILAKU TERHADAP PEMBELAJARAN DI SEKOLAH MENENGAH
Bagaimana Pembelajaran Seyogianya Diorganisasikan?
1. Dalam mengorganisasikan pembekajaran sekurang-kurangnya ada empat hal yang harus diperoleh:
a. Menyajikan sesuatu dengan baik.
b. Menumbuhkembangkan proses berfikir
c. Membina interaksi sosial
d. Mengajar bagaimana belajar.
2. Dalam peraktek keempat hal tersebut dapat diwadahi dalam bentuk penerapan model bekajar-mengajar secara adaptif.

Bagaimana Implikasi Praktis Teori dan Model Belajar Terhadap Pola Umum Pembelajaran
1. Pola umum pembelajaran dapat dirumuskan dalam bentuk rentangan (kontinuum) antara dua pola berorientasi pada guru dan pada murid.
2. Pola pembelajaran lainnya berada pada rentangan tersebut dan berkedudukan relatif dalam dua ciri-ciri umum itu dengan kadar yang bervariasi.
3. Aktivitas belajar-mengajar yang tercermin pada masing-masing pola, seperti pada kasus pola umum pembelajaran langsung terkesan padat konsep dan perinsip. Namun demikian pola tersebut tetap memoliki implikasi praktis.

0 komentar:

Poskan Komentar

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More